Kader Posyandu Arumsari VIII Kalipetir Lor, Garda Terdepan Cegah Stunting di Pengasih

18 Mei 2026
LILIS HARYANTI
Dibaca 27 Kali

POSYANDU KALIPETIRLOR 

Setiap tanggal 15, halaman Balai Padukuhan Kalipetir Lor di Margosari, Pengasih, Kulon Progo, sudah ramai sejak pagi. Bukan pasar atau hajatan, tapi kegiatan rutin Posyandu Arumsari VIII. Di sinilah para kader berkumpul untuk melayani puluhan balita dan ibu hamil, dengan satu tujuan utama: mencegah stunting sejak dini.

Posyandu Arumsari VIII dikenal aktif dan konsisten. Selama bertahun-tahun, jadwal pelayanan setiap tanggal 15 tidak pernah kosong. Para kader datang lebih awal untuk menyiapkan timbangan, alat ukur panjang badan, formulir pencatatan, dan makanan tambahan bagi anak-anak. Cuaca panas atau hujan deras jarang menjadi alasan untuk absen.

Perjuangan mereka tidak hanya soal menimbang dan mengukur. Setelah data tinggi dan berat badan tercatat, kader langsung menganalisis status gizi anak. Jika ada yang masuk kategori kurang gizi atau berisiko stunting, kader segera melakukan konseling dengan orang tua. Mereka menjelaskan pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh, dan sanitasi lingkungan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Salah satu tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan lama. Masih ada orang tua yang menganggap anak kurus itu normal, atau memberi makan anak hanya dengan nasi dan garam. Di sinilah peran kader sebagai pendidik. Dengan sabar, mereka mendemonstrasikan cara membuat menu PMT berbahan lokal yang murah tapi bergizi, seperti bubur kacang hijau, telur, dan sayur bayam.

Kerja keras kader membuahkan hasil. Data posyandu menunjukkan angka balita dengan gizi kurang di Kalipetir Lor terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Beberapa anak yang dulu masuk kategori stunting kini sudah mengejar pertumbuhan dan masuk kategori normal. Perubahan itu menjadi semangat bagi para kader untuk terus bergerak.

Dukungan dari dukuh, bidan desa, dan Puskesmas Pengasih juga memperkuat kinerja Posyandu Arumsari VIII. Setiap bulan, bidan hadir untuk imunisasi dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Kolaborasi ini membuat pelayanan menjadi lebih lengkap, dari pencegahan, deteksi dini, hingga rujukan jika diperlukan.

Meski begitu, para kader tidak pernah merasa puas. Mereka sadar stunting bukan hanya masalah gizi, tapi juga terkait ekonomi keluarga dan akses air bersih. Karena itu, selain kegiatan posyandu, kader sering melakukan kunjungan rumah untuk memantau kondisi balita dan memberikan edukasi langsung kepada keluarga.

Bagi masyarakat Kalipetir Lor, Posyandu Arumsari VIII sudah seperti keluarga sendiri. Di balik senyum dan keramahan para kader, ada kerja tanpa pamrih yang dilakukan setiap bulan. Tanggal 15 bukan sekadar tanggal di kalender, tapi penanda komitmen warga Kalipetir Lor untuk memastikan generasi berikutnya tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.