Peningkatan Kapasitas Pamong Kalurahan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Penyerahan Sertifikat kepada Perwakilan Peserta Bimtek Pamong 2026 di Morazen Hotel, Kamis (3/9/2026). (dok. istimewa)
Kulon Progo — Sebanyak 87 Jagabaya dari seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo resmi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 yang digelar di Hotel Morazen YIA, Temon, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026, tersebut menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam meningkatkan kapasitas aparatur kalurahan agar mampu memberikan kualitas pelayanan yang semakin profesional, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Pelatihan tahunan untuk meningkatkan kapasitas aparatur tingkat desa ini menyedot perhatian seiring meningkatnya keterwakilan perempuan pada posisi Jagabaya, jabatan yang sebelumnya lekat dengan dominasi laki-laki.
Tingginya kehadiran perempuan dalam struktur pemangku fungsi keamanan dan pertanahan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kepala Dinas PMKalDalduk Kulon Progo, Jazil Ambar Was’an, menyebut fenomena ini membuktikan keterbukaan serta kemajuan dalam proses seleksi pamong kalurahan.
“Hebatnya, putri-putri sekarang tidak ragu tampil dan bersaing di jabatan apa pun, termasuk posisi Jagabaya. Dalam beberapa seleksi terakhir, justru kandidat perempuan yang unggul dan akhirnya dilantik. Ini hal yang sangat luar biasa untuk Kulon Progo.” kata Jazil.
Menurutnya, semakin banyaknya perempuan yang mengemban tugas sebagai Jagabaya menunjukkan bahwa kemampuan, kompetensi, dan integritas menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas seorang aparatur, bukan lagi terbatas pada latar belakang gender.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi terkait penguatan tugas dan fungsi Jagabaya, tata kelola pemerintahan kalurahan, pelayanan masyarakat, hingga strategi penyelesaian persoalan sosial di tingkat masyarakat. Pelatihan ini memanfaatkan Alokasi Dana Keistimewaan DIY Tahun 2026 dengan menghadirkan narasumber dari Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Yogyakarta, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta jajaran Pemerintah Daerah DIY dan Kabupaten Kulon Progo.
Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, peserta mengikuti sejumlah tahapan evaluasi, mulai dari pretest, posttest, penilaian kedisiplinan, hingga penyusunan rencana aksi yang akan diterapkan di wilayah masing-masing.
Saat membuka kegiatan, Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menegaskan bahwa Jagabaya memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintah kalurahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, tugas Jagabaya tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pendekatan yang humanis dalam menghadapi berbagai persoalan warga.
"Jagabaya tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi memiliki peran vital menjaga ketentraman dan ketertiban. Wajib punya integritas, keterampilan, dan komunikasi yang baik. Selesaikan persoalan warga dengan dialog dan pencegahan yang bijaksana," tegas Bupati.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas aparatur kalurahan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat. Seorang Jagabaya harus mampu hadir di tengah warga, memahami kebutuhan masyarakat, serta menjadi penghubung antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.
Penutupan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMKal Dalduk KB) Kabupaten Kulon Progo.
Sebanyak 87 Pamong Kalurahan dengan konsentrasi jabatan Jagabaya dari berbagai kalurahan di Kabupaten Kulon Progo mengikuti jalannya pelatihan. Selama masa pelatihan klasikal, para peserta telah dibekali dengan 12 materi strategis guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas pelaksanaan tugas di pemerintahan kalurahan.
Para narasumber yang dihadirkan berasal dari berbagai instansi dan lembaga terkemuka, di antaranya:
- Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta
- Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Perangkat Daerah DIY (Dinas PMK Dukcapil DIY, Satpol PP DIY, serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY)
- Perangkat Daerah Kabupaten Kulon Progo (Bapperida, Bagian Hukum Setda, Kesbangpol, dan BPBD Kabupaten Kulon Progo)
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, seluruh peserta telah menyusun Rencana Aksi Tindak Lanjut yang nantinya akan diaplikasikan di wilayah kalurahan masing-masing dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan.
Melalui Bimtek Pamong Kalurahan 2026, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap para Jagabaya mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh menjadi aksi nyata di wilayah masing-masing. Dengan aparatur yang semakin profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial, kalurahan di Kulon Progo diharapkan mampu menjadi lingkungan yang aman, tertib, serta semakin maju.
Sumber:
Bimtek Pamong Kalurahan 2026: Membangun Jagabaya Profesional dengan Pendekatan Humanis. (2026). Dalam Website DPMKalDaldukKB. Diakses pada 9 September 2026, dari https://pemberdayaan.kulonprogokab.go.id/publikasi/detail/bimtek-pamong-kalurahan-2026-membangun-jagabaya-profesional-dengan-pendekatan-humanis
Ashwan, Sayoto. (2026). Bimtek Jagabaya Kulon Progo, Keterwakilan Perempuan Jadi Sorotan. Diambil dari https://sambanggo.com/bimtek-jagabaya-kulon-progo-keterwakilan-peserta-perempuan-jadi-sorotan/
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin